Rabu, 29 Februari 2012

Menabung Air di Kota

Masalah klasik kota-kota tropis khususnya di Indonesia. Pada saat musim hujan kena bencana banjir dan pada saat musim kemarau kekeringan atau kekurangan air.
Ini artinya kita belum bisa mengelola air secara bijaksana. Pada saat musim hujan air berlimpah air kita biarkan begitu saja terbuang ke laut dan mengakibatkan banjir dimana mana, sehingga pada saat musim kemarau habislah cadangan air kita.
Banyak cara untuk menabung air seperti dapat kita lihat di gambar ini :

1. Membuat sumur-sumur resapan dan biopori
2. Membuat kolam-kolam retensi (ecological reservoir) /conventional reservoir
3. Membuat taman-taman lingkungan dengan underground reservoir
4. Membuat kolam-kolam penampungan di atas atap (roof storage)
5. Pengaturan KDB/ Koefisien Dasar Bangunan rendah agar ada ruang-ruang kota sebagai resapan air.
6. Kebijakan pembangunan permukiman vertikal di kota-kota dengan kepadatan tinggi agar tersedia ruang untuk ruang terbuka hijau dan resapan air.
Yang pasti kota juga harus memiliki hutan dan kawasan resapan air di bagian hulu agar ketersediaan air tetap terjaga.
Akhirnya konsep drianase kalau dulu adalah upaya untuk mensegerakan pembuangan air, sekarang perlu diperbaiki dengan upaya menahan air untuk disimpan di dalam tanah agar meningkatkan permukaan air tanah.
Semoga semakin terjaga ketersediaan air di kota-kota tropis khususnya kota-kota di Indonesia.