Kamis, 01 Maret 2012

Polusi Cahaya


Sebagian orang akan bangga dan terkagum kagum kalau melihat kota-kota bertaburan cahaya. Efek cahaya akan menimbulkan kesan wah.., indah dan eksotis.

(Singapura menjelang malam)

Banyak yang dikorbankan untuk menimbulkan kesan kota yang bertaburan cahaya. Sudah pasti energi yang terbuang percuma juga polusi cahaya.

Apa itu polusi cahaya ?
Polusi cahaya adalah efek cahaya yang berlebihan yang memberikan dampak negatif baik bagi para peneliti bintang, manusia umumnya dan bagi binatang malam.

(Bandung dimalam hari diambil dari Kota Lembang)

Bagi para astronom polusi cahaya mengurangi kemampuan mereka untuk melihat dan mengobservasi benda-benda langit dikarenakan langit malam hari menjadi terlalu terang.

Bagi masyarakat umum, polusi cahaya memberi dampak negatif pada tergangunya siklus tidur di malam hari dan terhalangnya manusia menikmati cahaya malam.

Bagi binatang malam, polusi cahaya akan mengganggu siklus dan aktifitasnya di malam hari.

Polusi cahaya terjadi karena terdapat sky glow, Cahaya yang bias (light trespass) dan Silau ( Glare )

1. Sky glow:

Skyglow adalah suatu keadaan yang menyebabkan ada selubung cahaya di atas langit yang bisa mengurangi keseluruhan kontras cahaya.

Sky glow terjadi secara alamiah dan karena perbuatan manusia.

Sky glow karena sifat alamiah seperti Refleksi cahaya matahari ke bulan dan bumi, cahaya bintang yang tersebar di atmosphere dll. Sedangkan yang disebabkan karena buatan manusia biasanya terjadi karena penataan pencahayaan malam hari yang buruk, seperti terlalu banyak cahaya lampu yang mengarah ke atas ( direct upward light ), kuantitas terang cahaya yang berlebihan, serta banyaknya sinar lampu yang keluar dari sasaran bidang pencahayaan ( Spill light ) dan akibat kesalahan pemilihan instalasi.

Sky glow ini merupakan masalah utama bagi para astronomer karena dapat mengurangi kemampuan mereka untuk melihat dan mengobservasi benda-benda langit dikarenakan langit malam hari menjadi terlalu terang. Ini juga menjadi masalah bagi para astronomer tetapi juga menjadi masalah buat masyarakat umum yang selama ini menikmati keindahan malam dengan langit gelapnya sehingga menimbulkan efek kontras dengan keberadaan bintang dan bulan .

2. Cahaya yang bias (light trespass)

Cahaya yang bias (light trespass), yaitu cahaya yang dikeluarkan dari sumbernya, dimana cahaya ini tidak hanya menerangi obyek atau bidang yang ingin diteranginya tetapi cahaya itu ikut keluar ke tempat-tempat lain yang tidak menginginkan cahaya tersebut. Sehingga menyebabkan ketidaknyamanan bagi mereka yang berada di sekitar cahaya yang berlebihan tersebut . Contoh : lampu jalan yang terlalu terang dan tidak fokus sehingga cahayanya masuk ke jendela rumah-rumah sekitar lingkungan dan menyebabkan orang sulit tidur dan merasa tidak nyaman.

3. Silau ( Glare )

Silau cahaya disebabkan oleh terang cahaya yang berlebihan dan di luar kontrol, sehingga kenyamanan mata seseorang untuk melihat dan menandang menjadi terganggu. Apalagi buat orang-orang yang sensitive terhadap silau ( manula) .

Kesemua efek dari polusi cahaya tersebut seperti terjadinya Sky glow (langit malam yang terselubung cahaya), Spill Light ( Cahaya yang bias ) dan Glare (Silau ) dapat dieliminir dengan pengaturan penataan pencahayaan malam hari yang baik dan sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.

Upaya mengeliminir sky glow

Faktor-faktor penting penyebab terjadinya sky glow adalah out put cahaya yang berlebihan serta pemilihan instalasi jenis lampu dan pemasangannya yang tidak sesuai .Dalam hal ini penyebab utamanya adalah terlalu berlebihannya cahaya yang terbuang ke langit baik itu lampu yang mengarah langsung ke atas, atau refleksi cahaya yang mengarah ke bawah tetapi terlalu berlebihan kuantitas cahayanya sehingga terefleksikan ke atas. Untuk mengurangi sky glow maka cahaya yang menyebar ke atas harus dikurangi, dengan cara :

  1. Menggunakan instalasi lampu dengan spesifikasi full cut off untuk mencegah dan mengurangi cahaya yang menyebar ke atas ( kearah langit), terutama untuk penerangan area-area public seperti jalan raya, jalan setapak, bill board, area olah raga dll.
  2. Menghindari penggunaan lampu dengan spesifikasi yang dapat menyebabkan cahaya bias kearah langit. contohnya instalasi lampu dengan jenis Non cut off.
  3. Mengurangi tingkat dan kuantitas terang cahaya
  4. Mematikan lampu-lampu yang tidak diperlukan
  5. Pembatasan jumlah instalasi lampu
  6. Merekomendasikan penggunaan Sumber cahaya sodium bertekanan rendah yag memungkinkan para astronomer memfilter garis spectra dari gambar yang dihasilkan teleskop.

Mengontrol cahaya yg menerobos ( Light trespass) dapat dilakukan dengan :

  1. Dengan mempertimbangkan keadaan lokasi selama perencanaan pencahayaan, menseleksi luminaries (jenis instalasi lampu), lokasi dan orientasi yang mana dapat meminimalisasikan cahaya jatuh yang keluar dari lokasi terdekat
  2. Cahaya diarahkan langsung ke objeknya untuk diterangi.
  3. Menseleksi luminaires (jenis instalasi lampu) yang dapat mengontrol distribusi intensitas cahaya
  4. Menggunakan lampu luminaries yang well-shielded (tidak transparant)
  5. Menempatkan lampu-lampu berkekuatan besar dengan sudut yang kecil sehingga arah jatuh cahaya tetap terjaga dalam areanya dan tidak keluar dari area yang jadi tujuan.

Untuk mengurangi silau cahaya malam hari ada dua hal penting yang harus diperhatikan :

1) Pertama adalah pemilihan instalasi lampu yang dapat meminimalisasi terjadinya glare, dalam hal ini jenis instalasi yang disarankan adalah Instalasi lampu jenis full cut off, cut off dan semi cut off. Ketiga jenis instalasi ini dapat mengurangi intensitas cahaya di area-area dimana ada silau.

2) Kedua, untuk mendapatkan kualitas pencahayaan malam hari yang baik, maka harus ada pembatasan terhadap silau cahaya yang ditimbulkan di berbagai zona-zona lingkungan