Sabtu, 20 September 2008

Daun Bunga Lily, Kota terapung masa depan

Arsitek dari Belgia, Vincent Callebaut, mengajukan terobossan baru dalam menghadapi masalah perubahan iklim dan kepadatan, solusinya dinamai: Daun Bunga Lili.

Daun Bunga Lili ini digambarkan sebagai: prototipe kota amfibi yang mampu menghidupi diri sendiri, dengan masing2 daun mampu menampung 50.000 orang.

Di tengah Daun ini ada sebuah danau yang menampung dan menjernihkan air hujan. Kota terapung ini tidak membutuhkan jalan dan akan mengapung dan "terhanyut" ke seluruh dunia akibat pergerakan arus laut.

Desain dari Daun ini memuat 3 marina dan 3 gunung yang dikhususkan bagi bisnis dan hiburan. Kota ini unik, karena kota ini merupakan kota amfibi (setengah kota air- setengah lagi kota darat).

Kota ini mendapat sumber daya dari matahari, angin dan arus laut, yang akan memproduksi lebih banyak energi daripada energi yang dikonsumsinya, dan akan menjadi kota yang ber-"emisi nol" karena semua karbon dan limbah akan di daur ulang.

Harapan yang ada adalah pada tahun 2100, akan ada 250 juta orang yang melarikan diri dari perubahan cuaca, yang disebut "Climactic refugee", karena air laut akan menghancurkan kota2 seperti New York, Shanghai dan Bombai.

Vincent percaya, bahwa produknya ini adalah solusi jangka panjang untuk menghadapi naiknya air laut, dan bukannya memperkuat garis pantai, karena solusi garis pantai ini hanyalah solusi jangka pendek

Desain dari Daun ini diinspirasikan oleh daun Amazonia Victoria Regia yang memiliki tulang daun yang sangat rapat.
Tujuan Vincent adalah untuk menciptakan "hubungan harmonis antara manusia dan alam".

(Sumber dari email seorang kawan)

Kamis, 21 Februari 2008

Sumbangan Temantin Baru untuk Kota

Ini ide cemerlang dari Pemerintah Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Setiap temantin baru wajib menyumbang pohon untuk penghijauan kota. Nama programnya "Pepeling" atau Program pengantin Peduli Lingkungan.
Hasilnya, sebanyak 13.500 pohon dari berbagai jenis di tanam di lokasi lahan kritis. Bibit tersebut adalah pemberian dari dari pasangan temantin se Kabupaten Kuningan selama bulan November dan Desember 2007.
Salut untuk bapak bupati Kuningan yang telah mencanangkan Kabupaten Kuningan sebagai kabupaten konservasi.
Idealnya memang setiap pertambahan seorang penduduk perlu didukung oleh sebuah pohon untuk mendukung daya dukung lingkungannya terutama untuk pasokan oksigen.
Kejadiannya saat ini di kota-kota adalah bertambahnya penduduk meningkatkan kebutuhan perumahan/ lahan terbangun kota yang menggusur pepohonan, dan mengakibatkan semakin berkurang luas lahan terbuka hijau. Pantas saja terjadi bencana di sana-sini, dari bencana banjir, tanah longsor atau kekurangan air di musim kemarau.
Jadi, agar lingkungan kita tetap terjaga, sebaiknya memang perlu diserukan bertambahnya kelahiran harus didukung oleh penambahan sebuah pohon. Indah sekali "Pepeling" ini, para temantin baru sudah menyiapkan lingkungan yang nyaman untuk anak cucu nya kelak. Sebaiknya program ini perlu diikuti dengan program tambahan dengan program Bayi peduli lingkungan atau setiap kelahiran/ pengurusan akta kelahiran diwajibkan menanam sebuah pohon.
Lestari temantin baru Pepeling, lestari kotaku dan lestari lingkungan hidupku.
Kabupaten mana yang mau menyusul ??